Jual Pembatas ShalatJual Sutrah Shalat

Jual Pembatas Shalat : Pahami Hukum Penggunaan Sutrah

Di zaman yang semakin modern, banyak orang yang membuka jasa jual pembatas shalat di berbagai daerah. Yang dimaksud sutrah yakni batas shalat yang diletakkan di depan tempat sujud yang memiliki tujuan sebagai penghalang agar tak dilewati oleh orang atau bahkan binatang. Hal ini dilakukan untuk menghormati orang yang melaksanakan shalat.

Hukum Sutrah atau Pembatas Shalat

Semua ulama sepakat jika sutrah bagi orang yang sedang shalat memang diwajibkan. Namun jika berbicara mengenai hukumnya, ada sedikit perbedaan, yakni ada yang berpendapat wajib dan sebaliknya atau sunnah.

Sebagai seseorang yang masih awam, karena hampir semua ulama berpendapat hukumnya sunnah, Anda hanya perlu mengikuti saja. Karena jika Anda mengetahui dalilnya, Anda tak mempunyai kapasitas untuk mengolah dalil itu menjadi sebuah hukum, karena hal itu merupakan pekerjaan mujtahid. Anda dapat menemukan pembatas shalat di jual pembatas shalat dengan harga terjangkau.

Pendapat Para Ulama Mengenai Sutra Shalat:

  1. As-Safarini berpendapat jika pemakai sutrah dalam shalat termasuk sunnah, sebagaimana disepakati oleh para ulama.
  2. Abu Ubaidah berpendapat jika makmum tidak wajib memakai sutrah, karena sutrah dalam shalat jama’ah telah ditanggung oleh imam.

Rasulullah bersabda yang artinya “Janganlah kalian shalat, kecuali menghadap sutrah. Lalu janganlah kalian membiarkan seorang pun untuk melewatimu, jika dia menolak maka hendaklah kamu bunuh dia, karena sesungguhnya terdapat syaiton yang tengah bersamanya. Itulah sabda dari Rasulullah SAW.

Dalil Pendapat yang Menyunnahkan

Al Fadhl bin ‘Abbas mengatakan:

“Kami mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan kami berada di gurun. Tatkala itu beliau bersama ‘Abbas. Beliau shalat di gurun di mana tak ada di depan beliau sutroh” (HR. Abu Daud no. 718). Hadits ini diperselisihkan mengenai keshahihannya. Al Khottobi dalam Ma’alimus Sunan (1/165) mengatakan jika sanad hadits ini mengalami kritikan. Lalu ‘Abdul Haq Al Isbiliy dalam Al Ahkam Asy Syar’iyyah Al Kubro (2/162) mengatakan jika hadits tersebut tak dapat dijadikan hujjah. Al Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (2/137) mengatakan jika di dalam sanadnya ada sebuah Majalid bin Sa’id yang mendapat kritikan. Jika Anda berminat membeli sutrah shalat, Anda dapat menemumakan pada jual pembatas shalat di berbagai tempat.

Ibnu Naji telah menceritakan jika ada tiga pandangan ulama mengenai sutrah ini, ada yang mengatakan mustahabbah atau disukai seperti pendapat ,Iyadh dan yang semisalnya, atau mandubah ( telah dianjurkan) seperti pendapat Al Baji. Keduanya termasuk sunah sebagaimana dalam Al Kafi. Ketiga termasuk wajib, dikatakan oleh Izzuddin bin Abdis Salam. (Mawahibul Jalil, 4/126. Mawqi Al Islam) Istilah mustahab, mandub, tathawwu, serta nafilah mempunyai arti sama oleh para ulama, yakni sunah.

Hadist Rasulullah SAW

Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  telah bersabda “shalat di tanah lapang, dan didepannya  tak ada sesuatu pun.” (HR. Ahmad)

Lalu dimanakah si Mushalli atau orang yang tengah shalat meletakkan sutrahnya? Yang paling utama yakni meletakkan sutrah tersebut di depannya dengan sedikit bergeser ke kanan atau ke kiri, tak bisa tepat di arah yang menjadi kiblatnya.

Disunnahkan pula untuk berdiri di dekat sutrahnya, namun jangan menjauhinya, sehingga terlalu lebar dari yang dibutuhkannya untuk bersujud. Sebab, sutrah tersebut diletakkan tak lain dalam rangka menetapkan satu area tertentu sebagai tempat shalat. Maka dari itu, tempat tersebut tak perlu terlalu luas hingga melebihi kadar yang dibutuhkannya.

Pendapat yang Mewajibkan

Jika diteliti lebih lanjut, hanya ada dua orang saja yang mengatakan dengan tegas, hukum sutrah dalam shalat hukumnya wajib, yakni as-Syaukani (w. 1250 H) dan al-Albani (w. 1420 H) serta beberapa murid beliau. Karena itu, Anda dapat membeli pembatas shalat di jual pembatas shalat.